Ustadz Yusuf Mansur : Karakter Bangsa Merupakan Nilai Yang Sangat Penting Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Pangkalpinang – Gedung Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tampak meriah dengan lampu warna-warninya dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72 karena pada Rabu malam (16/08), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan acara tabligh akbar dan zikir bersama. Pada acara tersebut Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadirkan ustad Yusuf Mansur untuk memberikan siraman rohani dan mengundang para pemuka agama, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan juga masyarakat luas.

Acara dibuka dengan Shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Qalam Illahi oleh Khairatunnisa seorang hafizhah cilik yang melantunkan Surat Ibrahim ayat 6 dan 7 dengan syahdu. Hafizhah ini memiliki prestasi sebagai Juara Harapan I  pada STQ Nasional Tahun 2017 di Tarakan, Kalimantan Utara. Bersama Musa, Khairatunnisa mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupa uang pembinaan sebesar 15 juta rupiah atas prestasi yang telah diraihnya.

Sebelum penyampaian tausiah oleh ustad Yusuf Mansur, Gubernur menyampaikan sambutan berkenaan dengan penggunaan media pada ponsel pintar. Ia berpesan bahwa masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan ponsel pintar. “Zaman sekarang di era digital masyarakat kita sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya di share dari handphone yang isinya belum tentu benar,” imbuhnya.

“Kadang kita tidak bertabayyun, tidak mempelajari dulu apakah ini benar atau salah tapi kita tiba-tiba langsung membagikan kepada teman-teman kita. Hal tersebut terkadang dapat mengundang terpecah belahnya bangsa kita,” tambahnya. Gubernur menyampaikan bahwa perbedaan adalah anugerah, tinggal bagaimana bangsa ini dapat mengaturnya sehingga menjadi sebuah kekuatan.

Lebih jauh Gubernur memberitahu bahwa perayaan tabligh dan zikir bersama ini akan diadakan setiap tanggal 16 Agustus malam sehingga diharapkan bahwa masyarakat dianjurkan untuk datang tanpa perlu lagi diundang.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan tausiahnya mengenai pentingnya nilai-nilai karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Perilaku keseharian atau karakter adalah hal yang sangat penting,” ujar Yusuf Mansur.

Semua itu bisa dilihat dari hal-hal yang mungkin terkesan sepele, seperti kedisiplinan, kebersihan, sikap santun.

Ia membagikan pengalamannya selama mengunjungi beberapa negara maju dan kagum dengan perilaku masyarakatnya yang banyak memberikan nilai positif. Di beberapa negara maju yang Ia kunjungi, banyak restoran cepat saji tidak terlalu membutuhkan waiters (pelayan). Semua dapat dilakukan sendiri oleh pembeli, mulai dari mengambil pesanan, merapikan sampah dan membuang sendiri ke tempat sampah.

“Hal ini merupakan value kita sebagai manusia. Mereka merasa malu kalau sampai mengotori tempat yang baru saja mereka gunakan. Mereka sudah memikirkan untuk orang lain yang juga akan menggunakan tempat tersebut. Ini berkebalikan dengan negara kita yang kebanyakan orangnya memiliki sifat ingin dilayani bukan melayani,” ujar Yusuf Mansur.

Dalam berkendara pun mereka tidak menggunakan klakson, dan selalu memberi jalan kepada para pejalan kaki terlebih dahulu. Hal-hal yang seperti ini lah yang membuat kehidupan menjadi terasa aman dan nyaman untuk kebersamaan.

Walaupun begitu, Ia tidak memungkiri bahwa ada juga nilai-nilai dari negara maju yang tidak sesuai dengan Indonesia. “Bukan berarti negara luar tidak ada celanya. Setiap negara pasti ada kekurangan, tetapi tidak ada salahnya kita mengambil hal-hal yang baik dan bermanfaat dari negara luar demi kemajuan bangsa kita," pesan Yusuf Mansur.(K5)

Penulis : khalimo
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Ahmad Fauzan Syahzian
Fotografer : Khalimo
Dibaca : 601 Kali