Wagub Beberkan Masalah Jaringan Telekomunikasi ke Tim Kemenko Polhukam
PANGKALPINANG--Kedatangan Tim Kemenko Polhukam membawa angin segar bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasalnya, tim ini datang untuk mengetahui persoalan-persoalan yang ada didaerah dan persoalan ini kemudian akan langsung dibabahas di Kemenko Polhukam RI melalui rapat koordinasi tingkat menteri.
Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah untuk saat ini yang menjadi masalah di Pemerintah Provisi Kepulauan Bangka Belitung yakni masalah keberadaan sinyal di kawasan KEK Tanjung Kelayang Belitung.
" Ini menjadi tuntutan dari masyarakat apalagi kita ingin mengembangkan pariwisata tidak hanya di Belitung tetapi juga Pulau Bangka maka kebutuhan jaringan ini sangat dibutuhkan masyarakat agar cepat, efisien dan efektif," ungkap Wakil Gubernur saat menyambut Tim Kemenko Polhukam RI di Ruang Romodong Kantor Gubernur, Selasa (20/3).
Provinsi Kepulaun Bangka Belitung bergerak dalam tiga tataran sektor strategis yang pertama pariwisata, sektor kemaritiman kelautan dan perikanan, dan terakhir sektor pertanian dan perkebunan.
Keberadaan sinyal dirasakan tidak merata di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hal ini juga mempengarui komunikasi wisatawan yang datang ke Bangka Belitung.
Wagub berharap, kunjungan tim ini bisa memberikan suatu ruang berpikir agar keberadaan sinyal di kawasaan pariwisata di Babel dapat terselesaikan melalui pembicaraan khusus ke vendor agar masalah tersebut dapat teratasi.
Sementara Asisten Deputi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam, Sigit Priono menyatakan tujuan kedatangan Ke Provinsi Bangka Belitung saat ini untuk mendengarkan dan memperoleh data informasi serta mendorong terlaksanananya pembangunan teknologi informasi dan implementasi keamanan sistem informasi di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kami datang untuk mengkonkretkan telekomunikasi apa yang menjadi persoalan di daerah untuk kepentingan masyarakat. Kami melihat Bangka Belitung merupakan provinsi yang strategis untuk menentukan masa depan Indonesia," tutur perwira TNI AU bintang satu ini.
Menanggapi keluhan Wagub, perwakilan dari PT.Telkom, Bambang menjelaskan bahwa di Bangka Belitung untuk sejak awal, PT Telkom sudah full support untuk blackbone, dimulai dari zaman dulu yang menggunakan radio sampai saat ini menggunkan fiber optik dengan kapasitas 10x10 giga di Pulau Bangka Belitung ini.
"Untuk wilayah KEK Tanjung kelayang saya informasikan bahwa surat permintaan dari Bupati Belitung untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi sudah masuk,dan saat ini kami sedang membangun penguatan blackbone di Pulau Belitung," jelas Bambang.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan kebutuhan support penguatan jaringan di kawaaan KEK sudah diusulkan dari kantor wilayah Bangka Belitung ke Kantor Regional untuk segera dibangun, sementara untuk saat ini yang menjadi kendala jalur yang utama melalui Mentok Kabupaten Bangka Barat sering mengalami gangguan karena bencana alam.