Wagub Safari Ramadhan Di Masjid Al Istiqomah Manggar
MANGGAR - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah hari ini sabtu (02/06/2017) buka puasa bersama dengan masyarakat desa lalang jaya dusun harapan Belitung Timur dalam rangka kegiatan safari ramadhan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Turut hadir dalam kegiatan buka bersama tersebut Kapolres Belitung Timur, Wakil Bupati Belitung Timur, jajaran kepala OPD dilingkungan pemerintah provinsi dan OPD pemkab Belitung Timur, camat dan kepala desa. Dalam kegiatan safari ramadhan sore ini juga diserahkan bantuan pemerintah provinsi kepada pengurus mesjid Al-Istiqomah berupa bantuan sound system, kipas angin, enam sajadah, vacuum cleaner dan penyerahan 15 paket sekolah kepada anak yatim.
Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan dari Wakil Gubernur Jepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah yang menyampaikan beberapa hal diantaranya mengenai penyelenggaraan pemerintah provinsi khususnya terkait peta zonasi wilayah serta menghimbau agar masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai dalam rangka menciptakan ketentraman dan kenyamanan.
“Yang pertama kami kedepankan untuk dapat kami selesaikan menyangkut masalah ketentraman dan kenyamanan adalah formula mengenai masalah zonasi. Dengan selesainya pembahasan PERDA Prov Babel maka pemetaan zonasi ini akan memberikan manfaat kepada pelaku usaha dan juga masyarakat,” terang Abdul Fatah.
“Karena dengan peta zonasi ini, para pelaku usaha bisa melakukan kegiatannya dengan aman tanpa saling mengganggu antara pelaku usaha dan masyarakat. hal ini hanya bisa terwujud apabila kita semua sekata dan sepaham dalam pembahasan raperda,” lanjutnya.
Lebih jauh Abdul Fatah meminta kepada pimpinan di wilayah kabupaten untuk mensosialisasikan zonasi wilayah kepada masyarakat agar tercipta ketentraman dan kenyamanan tersebut.
Sebagai tambahan, Abdul Fatah juga menyampaikan mengenai kehidupan masyarakat dalam hidup bertetangga secara damai. “Saya harapkan agar mesjid ini jangan dijadikan hanya untuk satu kelompok saja, tapi inilah mesjid untuk semua orang, untuk semua umat, tidak membeda-bedakan dia dari kalangan politik yang mana, dari mazhab yang mana. Karena kita semua disini bersatu dengan tujuan ibadah kepada Allah SWT,” tutupnya.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa bersama, kegiatan selanjutnya diisi dengan mendengarkan tausiyah dari Syekh Asyaidd Abdusalam dari kairo mesir hingga bedug azan magrib berkumandang. (stevani/k5)