Yan Megawandi Resmikan Pameran ‘Timah Melebur Budaya’

PANGKALPINANG - Sekretaris Daerah Privinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi meresmikan Pameran Arkeologi dengan Tema Timah Melebur Budaya (09/06/2017). Pameran berlangsung Di Gedung Panti Wangka mulai tanggal 9 Hingga 15 Juni 2017.Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang membawahi 4 (empat) Provinsi diantaranya, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung. Untuk tahun ini diadakan di Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutannya, Yan Megawandi mengatakan bahwa Pameran seperti ini baik diadakan setiap tahun. Karena kebudayaan timah adalah kebudayaan yang langka, tidak banyak di dunia dan sangat erat kaitannya dengan komunitas penduduk dan sosial budaya bahkan ekonomi politik di Babel. Bahkan untuk mempelajari tentang pertimahan, mulai dari teknologi penambangan, konfik dan hal-hal yang terkait dengan penambangan timah seharusnya dipelajari di Babel. Menariknya Pameran  ini untuk para pelajar bahkan mahasiswa agar lebih mengenal jati diri daerah yang sebenarnya terdepan menguasai teknologi pertimahan karena telah dikuasai sejak tiga abad yang lalu.

Selain itu juga terkait dengan eksistensi PT timah, sehingga kedepan Yan Megawandi ingin kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, PT timah dan Stake Holder pertimahan lainnya untuk menjadikan Timah ini sebagai salah satu simbol pemersatu di Babel. Karena sistem sosiologi, antropologi, termasuk didalam nya asimilasi dan akulturasi seperti yang ditulis oleh Prof. Dr. Abdullah Idil telah menggambarkan akulturasi  antar etnis tionghoa dan Melayu di Babel ini adalah yang terbaik di Indonesia.

Yan Megawandi berterima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Masyrakat Babel  terutama Balai Arkeologi Sumatera Selatan, yang telah membuka kesadaran akan pentingnya kehadiran mineral timah di Babel yang sangat dekat dengan masyrakat dan sejarah yang luar biasa ini harus kita pahami. “agar kedepannya kita tidak melakukan kesalah-kesalah besar dalam pengelolaan dan aspek ikutan lainnya.” Ungkapnya.

Selain itu Yan Megawandi mengingatkan tentang Aerkeologi bawah air yang dimiliki Babel. Sebab menurut beberapa ahli, Babel memiliki harta karun bawah air yang perlu dijaga agar benda-benda sejarahnya tidak berpindah tangan.

Budi wiyana, Kepala Balai Arkeologi Sumsel dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan setiap tahun. Beranjak dari kritikan masyarakat kepada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan 10 Balai penelitian di Indonesia bahwa penelitian itu seolah hanya untuk peneliti, sedangkan masyarakat tidak terkait langsung dalam penelitian.

Sehingga perlu dilakukan pengembangan, salah satunya program kegiatan besar berupa Rumah Peradapan yang merupakan wadah penyampain informasi Arkeologi kepada masyarakat dengan Pameran seperti ini. Selain itu juga diadakan kegiatan sosialisasi, pelatihan arkeologi yang melibatkan siswa maupun mahasiswa. Dengan melibatkan seluruh masyarakat, secara khusus mengundang para siswa SD SMP hingga SMA untuk memperkenalkan kembali tentang sejarah Timah Babel.

Penulis : nonadp
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : nonadp
Dibaca : 190 Kali