Yayasan Hijauku, Berikan Penghargaan Hijau Awards Kepada Masyarakat, Pejabat, dan Lembaga Yang Peduli Lingkungan.

Sungailiat – Wakil Gubernur, Abdul Fatah beserta empat orang atau lembaga lainnya, mendapatkan penghargaan Hijau Award dari Yayasan Hijauku, Senin (30/12), bertempat di RRI Sungailiat. Pemberian penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk lingkungan di Bangka Belitung.

Wakil Gubernur berhak atas penghargaan tersebut, berkat keberanian dan dedikasinya terkait penertiban tambang di kawasan hutan Sijuk Belitung. Namun sayangnya, saat pemberian penghargaan tersebut, wakil gubernur tidak dapat hadir untuk menerima penghargaan, sehingga diwakilkan oleh Kepala Dinas Kehutanan provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Marwan.

Kapolres AKBP Aris Sulistyono, yang telah berhasil mengungkap kasus kebakaran hutan di wilayah hutan Belinyu juga mendapatkan penghargaan.

Selanjutnya adalah salah  seorang wartawan senior dari Bangka Pos, Alza Munzi Hipni. Dimana sang jurnalis tersebut, melalui tulisan-tulisannya di media, selalu berbicara mengenai lingkungan.

“Karena selama empat tahun terakhir ini, Ia selalu mengeluarkan berita-berita mengenai lingkungan,” ujar Ketua Umum Yayasan Hijauku, David Sultan.

LPP RRI Sungailiat pun turut mendapatkan penghargaan yang diterima oleh kepala LPP RRI Sungailiat, Agung Prasetyo, atas kepeduliannya sebagai lembaga penyiaran publik yang turut mengedukasi  mengenai menyelamatkan lingkungan dan menyelamatkan hutan melalui program acara Kentongan, bahkan tahun-tahun sebelumnya memiliki program Green Radio.

Terakhir adalah Muhammad Syahrial. Seorang petugas kebersihan dari kelurahan Selindung.

“Saya melihat sendiri, beliau berhasil menjaga daerah Lintas Timur agar warga tidak membuang sampah sembarangan di daerah tersebut, hingga sekarang jadi bebas dari sampah,” ujar David. Mengingat selama tiga tahun terakhir masalah sampah di kawasan tersebut susah diatasi.

Kadishut, Marwan, saat mewakili menerima penghargaan tersebut, mengatakan bahwa  jumlah kawasan hutan di Bangka Belitung ada sebanyak 657 ribu hektar, yang terdiri dari : hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.

“Dari 657 ribu hektar itu, yang rusak berjumlah 200 ribu hektar. Artinya sepertiga hutan dari kawasan kita ini sudah kritis.Ini merupakan tugas kita semua, bagaimana menyelamatkan dan  mengembalikan kawasan hutan kita yang telah kritis ini,” tegas Marwan.

Sekarang ini dinas kehutanan sedang melakukan penanaman, dengan setiap tahun 1000-an hektar. Dimana 500 hektar dilakukan penanaman oleh UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 500 hektar berikutnya oleh dinas kehutanan, dan sisanya dihijaukan oleh masyarakat, instansi, lainnya.

“Kalau hanya mampu 1000 hektar pertahun, butuh berapa abad kita dapat mengembalikan keadaan semula? Oleh karena itu, dishut prov Babel terus berupaya, bagaimana menanam setiap hari bersama forum DAS, turun ke masyarakat memberikan edukasi, berikan pengertian bagi yang melakukan perusakan,” terang Marwan.

Untuk itu, kegiatan seperti Hijau Award ini sangat dibutuhkan sebagai langkah edukasi, dan mengembalikan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.

 

Penulis : Khalimo
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Umar
Dibaca : 299 Kali