Yayasan ITB 81 Usung Belitung Sebagai Kawasan Geopark Global UNESCO

Pangkalpinang (23/01) Belitung menjadi kawasan yang dipilih oleh Tim Geopark, Yayasan ITB 81 untuk dikembangkan pariwisatanya. Konsep pariwisata yang ditawarkan adalah Geopark. “Konsep wisata Geopark dipilih karena paling unik di indonesia, karena hanya ada 4 Geopark nasional dan Global Geopark hanya ada 2, Batur dan Gunung Sewu” papar Arlan Septia dari Tim Geopark, Yayasan ITB 81 pada saat pemaparan Geopark Global UNESCO, di Ruang Rapat Tj.Pesona Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin, 23 Januari 2017. “Kami sudah datang ke Belitung dari bulan september 2016, kami ingin mengusung Belitung sebagai kawasan Geopark Nasional yang kemudian ditingkatkan menjadi kawasan Global Geopark dari Unesco” lanjut Arlan. Pada bulan Desember 2016 Tim Geopark, Yayasan ITB 81 melaksanakan Festival Geopark Belitung dan kunjungan Sekretaris Jenderal Assesor Geopark Global Network UNESCO Guy Martini yang merupakan GGN UNESCO. Diah Herawati dari Tim Geopark Yayasan ITB 81 memaparkan, ada skema penting dalam mengembangkan Geopark. Kawasan tersebut harus mempunyai modal yaitu keragamamaan geologi,Keragaman biologi flora dan flona, keragaman budaya yang kemudian di gabung semua menjadi paket wisata yang menarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Serta didukung regulasi kebijakan yang tepat, infrastruktur yang baik, dan capacity building dari masyarakat selaku operator pariwisata serta pemerintah daerahnya. “Langkawi merupakan salah satu contoh Geopark yang terdekat dari negara kita yang sudah berumur 20 tahun, dan mendatangkan 3-5 juta wisatawan pertahun, jadi bisa di bayangkan devisa yang masuk ke Langkawi” tambah Diah. Oki Oktariadi, dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan biasanya wisatawan yang datang ke tanjung kelayang untuk melihat batu granit, bermain air dan kemudian pulang. Tapi untuk Geopark, wisatawan di ajak untuk memahami proses kejadian alam yang terjadi. “Untuk menjadi kawasan Geopark harus mempunyai keunikan, salah satu yang saya usulkan adalah Lava Bantal Siantu yang ada di utara Belitung, lava yang berbentuk seperti bantal yang terbentuk dari hasil erupsi gunung bawah laut, proses itu terjadi 200-300 juta tahun yang lalu” tambah Oki. Budiman Ginting, Asisten Sekda Bidang Ekonomi & Pembangunan Pemprov Bangka Belitung, mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Tim Geopark, Yayasan ITB 81, dalam menyukseskan KEK pariwisata yang ada di Belitung yang nanti berlanjut di Bangka yang sedang disusun menjadi KEK. “Kami menyambut baik kedatangan Bapak dan Ibu dan langkah selanjutnya yang bisa di sinergikan dalam pengembangan Belitung sebagai salah satu satu kawasan stategis pengembangan pariwisata nasional dari 10 yang ada di indonesia, kita bisa saling mendukung dan saling memperkuat, jadi bisa membangun Babel lebih cepat lagi”, tambah Budiman.

Penulis : Rizky Fitrajaya
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Noviansyah
Fotografer : Huzari
Dibaca : 440 Kali