Gubernur Bahas Strategi Ketahanan Pangan Bersama Seluruh Kepala Dinas Pertanian di Babel.

PANGKALPINANG – Melalui video conference (vidcon), Gubernur Erzaldi Rosman yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Prov. Kep. Babel, Juhaidi, mengadakan diskusi yang membahas perhatian Pemprov. Babel dalam membentuk strategi ketahanan pangan di Babel, yaitu saat dalam situasi dan kondisi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berlangsung dan pascacovid-19 bersama para Kepala Dinas Pertanian se-Babel, Senin (20/4/20).

Beberapa strategi yang disampaikan di antaranya adalah mendorong para petani memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk itu, Gubernur Erzaldi Rosman meminta para kepala dinas agar lekas bergerak menyosialisasikan KUR yang akan dilakukan secara roadshow dan segera mempersiapkan jadwal kunjungan, sehingga di minggu pertama bulan Ramadan sudah dapat bergerak. Dengan pemanfaatan KUR, dikatakan Gubernur Erzaldi dapat menstimulus dan mengoptimalkan hasil pertanian, mengingat untuk hasil yang optimal dibutuhkan dana yang cukup besar.

“Yakinlah dengan KUR ini kita akan lebih optimal, untuk hasil optimal perlu dana yang cukup besar. Kalau petani tidak mengambil ini (KUR) sangat rugi, sangat disayangkan. Segera siapkan jadwal-jadwal kunjungan, karena kita sudah berburu dengan waktu,” ujar Gubernur Erzaldi Rosman.

Untuk persyaratan administrasi yang dikeluhkan para petani karena terlalu menjelimet, maka Gubernur Erzaldi Rosman akan mencoba melakukan persuasi kepada pihak bank, agar persyaratan administrasi penerimaan KUR tidak susah dan dapat dipermudah bagi para petani.

Mengenai data hasil padi, Gubernur Erzaldi Rosman meminta kepada para kepala dinas pertanian tidak hanya luasan tanam saja yang disampaikan, karena sangat penting untuk sasaran program hingga ke titik lokasi agar lebih mudah memfokuskan penanganan terhadap suatu komoditi.

“Saya minta disamping data luasan tanam, didata lagi daerah mana saja, dan rata-rata berapa ton gabah kering yang dihasilkan. Sehingga kita bisa melihat daerah mana yang produktifitasnya masih rendah, dan mana produktifitasnya sudah tinggi. Sehingga konsentrasi penanganan kita terhadap satu komoditi lebih fokus lagi,” ungkap Gubernur Erzaldi Rosman.

Selanjutnya adalah mengenai strategi penanaman untuk holtikultur, khususnya tanaman cabai yang menjadi perhatian Pemprov. Babel, dikarenakan saat ini telah terjadi over supply. Terjadinya over supply mengakibatkan harga cabai di pasar menjadi turun, hal ini merupakan imbas dari tahun lalu di mana harga cabai saat itu sedang tinggi melampaui harga lada. Pemprov meminta kepada para kepala dinas pertanian untuk membantu petani cabai dalam membuka akses pasar.

“Tolong bantu petani cabai kita, segera bermitra dengan para pengepul atau agen cabai, sehingga apabila sudah diketahui kapan panennya, berapa total panen nya. Agen-agen tersebut tidak perlu lagi mendatangkan cabai dari daerah luar,” tambahnya.

Lebih jauh, mengenai lahan-lahan yang belum tersedia irigasinya di berbagai kabupaten agar untuk segera disampaikan kepada pemprov agar dimanfaatkan menjadi optimalisasi lahan.

Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel terkait pupuk yang mengalami rasionalisasi. Pada tahun ini pupuk mengalami penurunan hingga 50%. Dengan terjadinya kekurangan tersebut, KUR dapat menjadi salah satu solusi bagi petani.

Penulis : Khalimo
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Listya
Fotografer : Iyas Zi
Dibaca : 206 Kali